LOS ANGELES - Polisi secara paksa membubarkan sejumlah pengunjuk rasa pro-Palestina di beberapa perguruan tinggi pada Kamis (2/5/2024), termasuk merobohkan sebuah perkemahan di Universitas California di Los Angeles (UCLA) dalam sebuah adegan yang mengejutkan yang menggarisbawahi meningkatnya kekacauan yang terjadi di universitas-universitas minggu ini.
Pada dini hari, polisi yang mengenakan helm menyerbu tenda kota yang didirikan di UCLA, menggunakan 'flash bang' dan perlengkapan antihuru-hara untuk menerobos barisan pengunjuk rasa yang saling bergandengan tangan untuk menghentikan pergerakan mereka.
Ratusan orang ditangkap di UCLA dan sekolah lainnya. “Saya seorang mahasiswa di sini,” kata salah satu pengunjuk rasa UCLA kepada kamera saat dia dibawa pergi, tangannya terikat, dikutip Reuters.
"Tolong jangan ganggu kami. Jangan ganggu kami,” lanjutnya.
Beberapa jam kemudian, mahasiswa yang hanya menyebut nama depannya sebagai Ryan itu kembali ke kampus dan bersumpah tidak akan berhenti berjuang.
"Kami akan kembali. Kami akan melakukan gangguan. Kami akan menuntut divestasi,” ujarnya.
Di UCLA, polisi berulang kali mendesak para demonstran untuk mengosongkan zona protes, yang menempati alun-alun pusat seukuran lapangan sepak bola, sebelum mereka masuk.