Profil Presiden Kolombia yang Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel

Rachel Eirene Nugroho , Jurnalis
Jum'at 03 Mei 2024 17:31 WIB
Profil Presiden Kolombia yang putuskan hubungan diplomatik dengan Israel (Foto: Reuters)
Share :

Petro pernah tertangkap pada bulan Oktober 1985 dan dilepaskan pada bulan Maret 1987. Kemudian dia membantu proses pembicaraan damai antara M-19 dengan pemerintah Kolombia yang berujung pada dijadikannya kelompok M-19 menjadi partai politik yang sah dengan nama Alianza Democrática M-19.

Sebelum akhirnya terpilih menjadi Presiden Kolombia pada tahun 2022, Gustavo Petro pernah mencalonkan diri sebagai presiden sebanyak dua kali namun gagal. Pertama kali Petro mencalonkan diri yaitu pada tahun 2010 namun berujung gagal dan menempati posisi keempat. Petro kembali mencalonkan diri pada tahun 2018 dan mampu bertahan hingga putaran kedua bersama saingannya yaitu Ivan Duque. Namun kembali kalah ketika Petro hanya memperoleh sekitar 42% suara sedangkan Ivan Duque memperoleh 54% suara.

Petro membawa visi misi yang menarik perhatian internasional di kali ketiganya mencalonkan diri sebagai presiden. Secara singkat, Petro memfokuskan untuk membangun perekonomian yang lebih ramah lingkungan dengan menghentikan ekstraksi minyak dan pertambangan batu bara, menggantinya dengan pariwisata dan industri berbasis pengetahuan. Selain itu, Petro akan berupaya untuk menyamakan kedudukan ekonomi dengan menaikkan pajak bagi orang kaya demi mendanai program pengentasan kemiskinan.

Besarnya dukungan untuk Gustavo Petro membawakan kemenangan baginya di putaran kedua dengan perolehan suara sebanyak 50% suara. Sedangkan lawannya yaitu Rodolfo Hernández hanya memperoleh 47% suara.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya