HALMAHERA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat, Tagana serta TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap ratusan warga yang berada di desa-desa sekitar Gunung Api Ibu, Jumat (17/5/2024).
Evakuasi lebih dahulu dilakukan untuk para lansia, anak-anak, disabilitas serta orang ibu hamil ke posko pengungsian yang sebelumnya telah dibangun pemerintah daerah Halmahera Barat di Kecamatan Ibu Tengah.
Sementara untuk pria dewasa masih tetap bertahan di rumah masing-masing untuk menjaga harta benda mereka. Mitigasi ini dilakukan menyusul situasi gunung api ibu yang terus mengalami peningkatan erupsi.
"Kurang lebih ada 9 tenda pengungsian yang kami sediakan. Jadi malam ini kami mengambil langkah pertama untuk melakukan evakuasi, dan besok juga ada kegiatan yang sama,” kata Sekertaris BPBD Halbar, Ade Fabanyo.
Data dari BPBD, sebanyak 7 desa masuk zona rawan letusan gunung api ibu yang terjadi Kamis 16 Mei 2024 kemarin. Sementara data dari Posko Pengamatan Gunung Api Ibu mencatat, saat ini status gunung api terjadi peningkatan aktifitas dari erupsi-erupsi sebelumnya sehingga status gunung api ibu nail level IV (awas).
"Jadi pada malam ini kami evakuasi desa yang sangat terdekat dengan gunung dan besok mungkin kami akan lanjutkan evakuasi," tandasnya.
(Awaludin)