PANDEGLANG - Tembok Penahan Tanah (TPT) Bendungan Daerah Irigasi (DI) Cimoyan di Desa Ciherang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang ambrol, Jumat (24/5/2024). Padahal proyek yang menelan anggaran Rp18,8 miliar itu baru rampung pada Desember 2023.
TPT mengalami ambrol atau longsor sepanjang 10 meter. Warga menuding pelaksanaan proyek dikerjakan Kementrian PUPR Direktorat Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC) melalui kontraktor pelaksana PT Legend Bukit Konstruksi itu asal jadi.
Ketua Karangtaruna Kecamatan Picung, Bambang Ferdiansyah mengatakan, pengerjaan Bendung Cimoyan pada awal bulan Mei 2023. Pada saat memulai pengerjaan di awal juga sudah ada polemik sebenarnya.
"Dipaksakannya atau didirikannya bangunan ini oleh pihak kontraktor pelaksana di atas lahan milik warga yang dulunya belum dibebaskan," kata Bambang, Jumat (24/5/2024).
"Selanjutnya polemik kedua, saat pengerjaan bendung ini banyak warga tidak dilibatkan atas proses pembangunan ini. Dan polemik ketiga ini diduga pembangunan dikerjakan secara asal-asalan," katanya.
Belum juga satu tahun, TPT kurang lebih sepanjang 10 meter sudah ambrol karena longsor. Lalu di beberapa bagian TPT tidak dilakukan pengacian.
"Bahkan tiang dan pagar Bendung Cimoyan belum diaci pakai semen masih berupa coran sudah dilakukan pengecatan. Pokoknya terlihat berantakan," katanya.