Sayap militer Hamas, Brigade Izzedine al-Qassam, mengatakan hal itu dilakukan sebagai respons terhadap pembantaian warga sipil.
Namun dengan mengganggu kestabilan kondisi normal yang dinikmati penduduk Tel Aviv, pusat ekonomi Israel dalam beberapa bulan terakhir, Hamas mungkin berusaha menunjukkan kekuatannya menjelang perundingan, atau mencoba menggagalkan perundingan tersebut.
Sirene serangan udara juga terdengar di kota-kota termasuk Herzliya dan Petah Tikva. IDF mengatakan sistem anti-rudal Iron Dome miliknya telah mencegat tiga dari delapan proyektil tersebut.
Kebanyakan dari peluru tersebut mendarat di area terbuka, namun foto yang diterbitkan oleh media Israel tampaknya menunjukkan kerusakan ringan akibat pecahan peluru di sebuah rumah di Herzliya, tempat seorang wanita lanjut usia tinggal bersama pengasuhnya. Polisi menyebutkan dua orang mengalami luka ringan.
Dan di Kfar Saba, sebelah utara Tel Aviv, sebuah roket jatuh di sebuah lapangan, menciptakan kawah besar.
Pada Minggu (26/5/2024) malam, sirene juga terdengar di beberapa desa perbatasan di selatan yang berbatasan dengan Gaza, termasuk beberapa desa di mana penduduknya telah kembali tinggal sejak serangan Hamas pada 7 Oktober.
Hamas tidak mengonfirmasi bahwa roket tersebut diluncurkan dari Rafah, tempat pertempuran dilaporkan terjadi di dekat Rumah Sakit Kuwait.
(Susi Susanti)