5 Fakta LPSK Sebut Laporan Iptu Rudiana Ayah Eki di Kasus Vina Tidak Lazim

Binti Mufarida, Jurnalis
Jum'at 21 Juni 2024 06:04 WIB
Share :

JAKARTA - Pimpinan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Periode 2019-2024, Edwin Partogi Pasaribu menyebut laporan Iptu Rudiana ayah Eki di kasus pembunuhan Vina Cirebon tidak lazim. Saat pembunuhan terjadi tahun 2016 lalu, Rudiana menjabat sebagai Kanit Narkoba Polresta Cirebon.

Berikut fakta yang berhasil dihimpun:

1. LPSK Tak Yakin dengan Peristiwa Pidana

Edwin pun mengajak untuk melihat kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) pada saat terjadi pembunuhan Vina dan Eki. Saat itu, helm di TKP masih utuh, namun Vina tersingkap baju dan celana.

“Sejauh ini saya tidak meyakini bahwa peristiwa pidana itu terjadi,” katanya dalam dialog Rakyat Bersuara, Rabu (19/6/2024).

2. Awalnya Dikira Kecelakaan Tunggal

Edwin pun mengatakan pada saat Polantas tiba di kejadian, telah menyatakan bahwa Vina dan Eki merupakan korban dari kecelakaan tunggal.

“Kita kembali ke kalau bahasa Tukul kembali ke laptop, kalau bahasa kita kembali ke TKP. Di TKP itu, di awal ketika pak Suroto dan pak Supardi itu datang dengan mobil sedan patroli, itu keadaan sudah ramai. Dan pada waktu itu sebagai disampaikan situasinya seperti itu. Disimpulkan oleh Polantas ketika itu bahwa ini kecelakaan tunggal.”

3. Rudiana Bentuk Tim

Edwin pun membeberkan kasus kecelakaan tunggal Vina dan Eki berubah menjadi tindak pidana. “Kapan berubah jadi kemudian tindak pidana? Ketika pada tanggal 31 Agustus 2016. Jadi Pak Rudiana dengan prasangkanya, dengan melihat situasi jenazah anaknya, tentu kita semua berduka cita dan bersedih hati dengan peristiwa itu. Itu (dia) merasa bahwa ini bukan peristiwa kecelakaan tapi ada peristiwa pidana.”

“Pak Rudiana membentuk tim dengan tiga orang lainnya, dia melakukan penyelidikan atau penyidikan saya tidak tau rumusan seperti apa. Tapi kemudian dia mendatangi TKP, dia bertemu dengan saudara A dan D. Saudara A dan D menyatakan pada malam itu dia melihat bahwa ada serombongan motor yang ada motor yang diuber oleh rombongan lainnya, empat jam kemudian bahwa orang A dan D itu menelpon Rudiana bahwa orang yang dimaksud ada di SMP 11,” ujar Edwin.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya