Sebelumnya, bahkan Wakapolri Komjen Agus Andrianto juga mengatakan bahwa kasus Vina dan Eki merupakan salah satu contoh kasus yang tidak didukung scientific crime investigation (SCI). Sehingga menjadi polemik di kemudian hari.
"Pada kasus pembunuhan Vina dan Eky, pembuktian awal tidak didukung dengan scientific crime investigation," katanya dalam pidato sambutan di hadapan wisudawan STIK-PTIK pada Kamis (20/6/2024).
"Sehingga timbul isu persepsi negatif terdakwa mengaku diintimidasi, korban salah tangkap, dan penghapus dua DPO yang dianggap tidak profesional," sambungnya.
(Fakhrizal Fakhri )