Beberapa hari setelah itu, ada orang lain yang menghubungiya mengaku sebagai bos Amal. Pria meminta uang sebesar Rp 3.500.000 dengan alasan pencabutan berkas Amal dan kembali mentransfer.
"Selang beberapa hari lagi, orang yang dikenal Amal di Facebook kembali meminta uang kepada saya dengan alasan yang sama sebesar Rp 200.000 dan saya mengiyakannya lagi," tambahnya.
Namun, hingga kini Amal tak kunjung dipulanhkan ke rumah dan kehilangan kontak. Kokom berharap agar sang anak segera kembali pulang ke rumahnya.
"Dari permintaan orang-orang yang mengaku akan memulangkan Amal dan telah saya jalani, hingga sampai saat ini belum ada kepastian kabar dan sampai saat ini saya juga tidak bisa menghubungi nomor anak saya. Besar harapan kepolisian bisa menangani kasus anak saya ini," pungkasnya.
Sebelumnya, beredar video curhatan seorang ibu asal Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di media sosial. Perempuan itu mengaku kehilangan kontak dengan sang anak yang disebutnya bekerja di luar kota.
Dalam video yang beredar, sang ibu menyebutkan bahwa sang anak bekerja di laut mencari cumi-cumi. Dirinya mengaku terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada tanggal 8 Mei 2024 lalu.