JAKARTA - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono memastikan, gempa dahsyat kekuatan M7,3 yang mengguncang wilayah Chile, Amerika Selatan tidak akan berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Menurut Daryono, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter magnitudo M7.3. Episenter gempa terletak pada koordinat 23,25° LS dan 67,92° BB, atau tepatnya berlokasi di darat 47 km arah timur Kota San Pedro de Atacama, Chile dengan kedalaman 93 km.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami dan tidak berdampak di Indonesia. Belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang terjadi akibat gempa ini,” tegas Daryono dalam keterangan resminya.
Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah yang dipicu deformasi batuan dalam Lempeng Nazca yang tersubduksi di bawah Chile tepatnya di Zona Benioff (intraslab earthquake).
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” ujar Daryono.
Sementara, hingga pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan hanya terjadi satu kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 5,0 pada pukul 9.15.51 WIB.
(Awaludin)