HALMAHERA SELATAN - Sebanyak empat orang mengalami kecelakaan di lokasi tambang ilegal Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Rabu (07/8) kemarin.
Awalnya, 9 orang penambang melakukan pekerjaan menggali material emas di lokasi tambang dengan kedalaman sekitar 50-100 Meter.
Saat itu area tambang ilegal diguyur hujan dengan intensitas tinggi hingga air masuk kedalam lubang. 5 dari 9 penambang yang berada di dalam lubang kemudian keluar berupaya menghalau air dan menyedotnya keluarga dari lubang tambang.
Kondisi air yang terus masuk kedalam lubang membuat penambang lainnya membantu menyedot air menggunakan mesin untuk mengeluarkan 4 korban yang masih terjebak.
Air yang disedot berhasil surat namun empat Penambang yang terjebak tewas dalam di lubang. Jair Idris, Abjad Sarif, Riski dan Rais.
"Pada pukul 04.26 Wit, jenazah Korban Sdr. Rais berhasil di evakuasi keluar dari dalam lubang dan jenazah korban dibawa oleh warga menuju ke Pelabuhan Kusubibi selanjutnya atas permintaan dari pihak keluarga pada pukul 07.00 Wit, Jenazah korban langsung di bawa ke Kecamatan Kayoa utk di kebumikan," jelas laporan Kapolsek Bacan Barat, IPTU Zulkifli Machmud, Kamis (08/8/2024).
Jasat keempat korban yang berhasil dievakuasi kemudian kemudian diangkut dan dibawa ke rumah duka masing-masing.
(Khafid Mardiyansyah)