JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyoroti pemecatan sejumlah pejabat di Kementerian Pertanian (Kementan) karena terlibat dalam kasus korupsi. Ia pun mendukung upaya bersih-bersih Kementan karena korupsi yang dibalut atas nama kebijakan itu sangat merugikan petani.
"Kami mendukung pengungkapan praktik korupsi berjamaah di Kementerian Pertanian. Kalau tidak diberantas, nasib petani dan sektor pangan kita dipertaruhkan," kata Daniel Johan dalam keterangannya, Kamis (12/12/2024).
Baru-baru ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya praktik korupsi yang dilakukan jajarannya terkait impor jagung. Hal ini berawal saat tengah panen raya, Kementan justru mengimpor jagung hingga senilai Rp 6 miliar.
Saat dikonfirmasi ke jajarannya, Amran mendapat laporan dari pejabat di Kementan yang mengatakan impor jagung dilakukan karena adanya aturan yang dibuat sebelumnya. Padahal impor jagung di tengah panen raya bisa mematikan hasil produksi petani karena harganya jadi sangat jatuh.
Amran mengkalkulasi kerugian petani jagung Indonesia akibat impor yang dilakukan bisa mencapai hingga 40 Trilliun Rupiah. Saat itu juga Amran mengubah prosedur impor dan berusaha untuk bertemu dengan pihak terkait sendirian.
Berangkat tanpa ditemani siapapun, Amran kemudian bertemu dengan mafia impor jagung. Ia sengaja pura-pura meminta ‘jatah’ hasil impor untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam praktik korupsi ini.