"Termasuk akan koordinasi terkait tentang media sosial almarhum yang berubah ataupun ada dikendalikan oleh anggapan, dikendalikan oleh pihak lain. Kami akan koordinasi kepada yang berkompetensi adalah pihak META," ungkapnya.
Budi menambahkan proses penyelidikan masih terus berjalan dan pihaknya berkomitmen mengungkap kasus ini secara menyeluruh. "Penyidik belum menghentikan proses penyelidikan, dikarenakan apabila masih menemukan informasi, fakta-fakta lain, ini selalu akan didalami. Kami tekankan sekali lagi bahwa Polda Metro Jaya belum berhenti, masih berproses, masih maraton," tuturnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan antara polisi dan keluarga, terungkap fakta baru terkait aktivitas Arya sebelum meninggal. Pengacara keluarga, Nicolay Aprilindo, mengatakan bahwa penyidik mengungkap adanya riwayat Arya yang beberapa kali check-in hotel bersama seorang perempuan bernama Vara—bahkan disebut terjadi sebanyak 24 kali.
"Jadi, informasi itu disampaikan oleh tiga orang, bahwa almarhum pernah check-in dan sebagainya. Tapi tidak diketahui pasti check-in ini untuk apa, untuk siapa," kata Nicolay di Polda Metro Jaya, Rabu 26 November 2025.
Ia menegaskan hal tersebut penting untuk ditelusuri. "Yang jelas dikatakan itu bersama seorang wanita bernama Vara. Makanya kami minta untuk diperdalam pemeriksaan terhadap Vara," tambahnya.
(Arief Setyadi )