Kerenggangan hubungan Pakistan–UEA menggarisbawahi diplomasi Pakistan yang tidak konsisten, kekakuan ideologis, dan ketidakmampuannya beradaptasi dengan realitas strategis di kawasan Teluk. Meskipun kedua negara tetap terhubung melalui perdagangan, remitansi, dan ikatan budaya, ketidakandalan Pakistan tercermin dalam sikap konfrontatif terhadap isu-isu politik kontroversial serta kegagalannya mengakomodasi pendekatan pragmatis UEA. Di era ketika diplomasi Teluk menuntut konsistensi, pragmatisme, dan visi ekonomi, posisi Pakistan yang goyah dalam isu-isu regional utama semakin menandainya sebagai mitra yang tidak dapat diandalkan dan rentan dalam kalkulasi strategis UEA.
(Rahman Asmardika)