Soroti Maraknya OTT, Pengamat Sebut Korupsi Seolah Agenda Rutin

Awaludin, Jurnalis
Sabtu 03 Januari 2026 18:29 WIB
Kasus Korupsi (Foto: Okezone)
Share :

Menurutnya, pernyataan itu hadir di saat yang tepat, atau justru di saat paling genting. Sebab, persoalan hukum hari ini bukan lagi soal kurangnya aturan atau lemahnya lembaga, melainkan krisis karakter.

“Indonesia tidak kekurangan orang cerdas di ruang-ruang kekuasaan. Yang langka adalah mereka yang berani berhenti sebelum melanggar batas,” ujarnya.

Pieter Zulkifli menilai, tahun 2025 memperlihatkan wajah peradilan yang semakin paradoks. Di satu sisi, penindakan berjalan melalui OTT hingga penjatuhan vonis. Namun di sisi lain, kasus serupa terus bermunculan dari lembaga yang sama. Hal itu menandakan satu hal: hukum bekerja di hilir, tetapi rusak di hulu.

“Kita rajin memadamkan api, tetapi membiarkan gudang bensin tetap terbuka. Di titik inilah Machiavelli terasa terlalu aktual untuk diabaikan,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa lima abad lalu, Machiavelli menulis tujuan utama penguasa bukanlah kesejahteraan rakyat, melainkan merebut dan mempertahankan kekuasaan. Cinta rakyat, katanya, mahal dan berisiko, sementara rasa takut adalah investasi jangka panjang. Pandangan sinis ini, menurutnya, menemukan bentuk modern di era algoritma dan media sosial.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya