JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyampaikan 25 desa di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) hilang pascaditerjang banjir dan tanah longsor. Adapun delapan desa hilang di Sumut, sisanya berada di Aceh.
“Di Sumut masih tetap sama, 8. Jadi ada 25 kira-kira jumlah desa yang hilang per hari ini. Tapi kita akan cross-check lagi nantinya,” ujar Tito dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/1/2026).
Tito juga mengoreksi data yang sebelumnya disampaikan ada 22 desa yang hilang usai diterjang bencana. Dia akhirnya menyebutkan kini terdapat 25 desa yang hilang berdasarkan hasil rapat bersama BNPB dan kepala daerah.
“Tapi berkat kerja keras semua pihak, terutama dari TNI yang membangun jembatan, didukung yang lain, Polri, kemudian pemerintah daerah, dari Danantara, Menteri PU, semua bergerak, sehingga akhirnya satu desa itu sekarang sudah terbuka,” ucap dia.
Pada rapat tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh pun menyampaikan perkembangan terbaru bahwa saat ini ada 17 desa yang lenyap. Berdasarkan data sebelumnya, hanya terdapat 13 desa yang hilang.
“Aceh menyampaikan juga ada gampong lain yang hilang. Tadinya 13 menjadi 17. Ini akan kita cross-check lagi apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi. Beda ya,” pungkas Tito.
(Arief Setyadi )