Selain itu, Indonesia fokus mengurangi konflik manusia dan satwa liar, khususnya konflik manusia–gajah di Sumatera. Dimana, kata dia, peta jalan mitigasi konflik manusia–gajah menargetkan 75 persen konflik dapat dikelola secara efektif dan penurunan risiko hingga 75 persen pada 2030.
Dalam menekan kejahatan satwa liar, Indonesia memperkuat patroli di habitat kritis, meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan, serta memulangkan satwa hasil perdagangan ilegal ke habitat alaminya. Langkah ini dilakukan untuk menekan perburuan dan perdagangan satwa liar lintas negara.
Indonesia juga memperketat penegakan hukum serta bekerja sama dengan platform digital untuk mencegah perdagangan satwa liar secara daring.
“Kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia untuk mencegah perdagangan ilegal flora dan fauna dilindungi melalui sistem elektronik,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Royal Foundation merupakan lembaga filantropi berbasis di Inggris yang didirikan oleh keluarga kerajaan Inggris yaitu Prince William dan Catherine (Kate Middleton), untuk mendukung berbagai inisiatif global di bidang pelestarian lingkungan, aksi iklim, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan strategis yang berkelanjutan.
(Fahmi Firdaus )