Lebih lanjut, ia mengungkapkan nilai-nilai dasar dalam MUN sejatinya sejalan dengan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat. Nilai tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal kuat bagi generasi muda Indonesia untuk tampil unggul dalam forum internasional.
"Karena budaya Indonesia itu sebenarnya buat saya itu paling efektif di dunia internasional. Budaya musyawarah mufakat, kita kan suka nongkrong ya, suka ngeriung gitu kan. Budaya itu membuat setiap kali kita ada masalah kita rembukin dulu," ujarnya.
Nilai musyawarah tersebut, lanjut Calvin, juga tercermin dalam mekanisme penyelesaian konflik di kawasan Asia Tenggara seperti ASEAN, yang lebih mengedepankan dialog damai dibandingkan konfrontasi. Ia meyakini, karakter budaya ini membuat anak muda Indonesia relatif mudah beradaptasi dengan pola diskusi yang diterapkan dalam MUN.
"Budaya musyawarah mufakat itu diadopsi ke level Asia Tenggara karena Indonesia suka ngeriung. Budaya Indonesia itu membawa suasana santun, walaupun kita sendiri suka ribut, tapi ributnya kita kan selalu selesai dengan turun rembuk, jalan damai, ya ngobrol gitu kan," pungkasnya.
(Arief Setyadi )