"Lalu dituntut untuk memberikan solusi, solusi itu ya bukan di panggunglah, setelah di panggung," ujarnya.
Ia menegaskan, Komika di Indonesia siap memberikan solusi tapi bukan menyampaikan ketika berada di atas panggung. Sebab jika komika dipaksa memberikan solusi di atas panggung, yang ada malah acara keagamaan.
"Kita seniman juga bisa memberikan solusi, tapi ya bukan di panggung. Panggung itu tempatnya dekonstruksi gitu loh. Satu paket (solusi dan kritikan) ya ga mungkin di panggunglah, itu namanya bukan stand up comedy nantinya ceramah," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)