JAKARTA – Lebih dari 200 orang tewas dalam insiden runtuhan di tambang koltan Rubaya, bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC), menurut seorang pejabat setempat.
Lubumba Kambere Muyisa, juru bicara gubernur provinsi tempat tambang itu berada, mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Jumat (30/1/2026) bahwa kematian tersebut terjadi awal pekan ini. Tambang tersebut terletak di daerah yang dikuasai kelompok pemberontak.
Runtuhan terjadi di tambang artisanal dekat kota Rubaya, daerah yang dikenal kaya akan deposit koltan, bijih logam yang digunakan dalam produksi ponsel pintar dan perangkat elektronik lainnya.
Insiden ini menandai peningkatan tajam jumlah korban jiwa dibandingkan dengan kejadian runtuhan sebelumnya di area pertambangan yang sama pada Juni 2025, ketika setidaknya 12 orang dilaporkan tewas.