QUETTA - Serangan pasukan keamanan Pakistan di beberapa kota di provinsi Balochistan bagian barat daya menewaskan 92 militan, pada Sabtu (31/1/2026).
Militer Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan, 15 personel keamanan juga tewas selama operasi pembersihan. Sementara militan menargetkan warga sipil di beberapa daerah, menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Serangan tersebut dilakukan sehari setelah militer Pakistan mengatakan telah membunuh 41 militan dalam serangan terpisah di Balochistan, yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan. Militer telah menghadapi pemberontakan separatis selama beberapa dekade.
Kelompok separatis terlarang, Tentara Pembebasan Baloch (Baloch Liberation Army/BLA), mengklaim bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu. BLA menyatakan telah melancarkan serangan tersebut secara serentak di seluruh provinsi. BLA mengatakan telah membunuh 84 personel keamanan Pakistan dan operasi yang sedang berlangsung telah berlangsung selama 15 jam.
Sayap media militer, ISPR, mengatakan serangan itu dilakukan oleh militan yang disponsori India. Pasukan keamanan telah menggagalkan upaya untuk merebut kendali atas kota atau instalasi strategis mana pun.
"Laporan intelijen telah secara tegas mengonfirmasi bahwa serangan itu diatur dan diarahkan oleh pemimpin teroris yang beroperasi dari luar Pakistan, yang berkomunikasi langsung dengan para teroris sepanjang insiden tersebut," demikian pernyataan itu, melansir Reuters, Minggu (1/2/2026).
Disebutkan, serangan dilancarkan di seluruh Quetta, Mastung, Noshki, Dalbandin, Kharan, Panjgur, Tump, Gwadar, dan Pasni.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengutuk serangan tersebut. Ia memuji pasukan keamanan karena berhasil memukul mundur mereka, dengan mengatakan mereka telah membunuh puluhan militan.
Para pejabat keamanan mengatakan orang-orang bersenjata melancarkan serangan di beberapa daerah perkotaan, termasuk ibu kota provinsi Quetta dan kota pelabuhan Gwadar, yang memicu operasi oleh tentara, polisi, dan unit kontra-terorisme.
Para pejabat menyatakan, rumah sakit ditempatkan dalam kondisi darurat di beberapa distrik.
Seorang perwira polisi senior, Atta-ur-Rehman, menyatakan di Gwadar, militan menyerang sebuah kamp yang menampung pekerja migran, menewaskan 11 orang. Korban tewas termasuk lima pria, tiga wanita, dan tiga anak-anak.
Pasukan keamanan menewaskan enam militan di Gwadar setelah menanggapi serangan tersebut, katanya.
Para pejabat mengatakan situasi kritis di Noshki, sebuah distrik di Balochistan, setelah militan menculik administrator sipil tertinggi di daerah tersebut. Ia mengatakan dalam sebuah video di media sosial bahwa ia berada dalam tahanan militan. Reuters tidak dapat memverifikasi video tersebut secara independen.
Orang-orang bersenjata sempat memblokir jalan di beberapa bagian Quetta dan sebuah ledakan terdengar di dekat area keamanan tinggi, kata pihak berwenang, meskipun mereka kemudian mengatakan situasi telah terkendali.
Para pejabat keamanan mengatakan dalam pesan teks bahwa pasukan telah menanggapi serangan tersebut secara efektif dan operasi pembersihan masih berlangsung.
Balochistan adalah provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan dan telah menghadapi pemberontakan selama beberapa dekade oleh kelompok militan etnis Baloch. Pakistan mengatakan kekerasan tersebut didukung oleh aktor asing, tuduhan yang dibantah oleh India.
(Erha Aprili Ramadhoni)