Setelah AS dan Israel membom fasilitas nuklir Iran Juni lalu, Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel serta menyerang pangkalan udara Amerika Al-Udeid di Qatar. Kerusakan pada fasilitas AS terbatas karena Iran memberikan peringatan terlebih dahulu kepada Washington.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan pada Minggu bahwa tindakan militer AS apa pun akan memiliki konsekuensi luas di seluruh Timur Tengah, dengan mengatakan bahwa "mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional."
Kemudian pada hari itu, Trump menolak pernyataan Khamenei, tetapi tetap membuka pintu untuk diplomasi.
"Tentu saja dia akan mengatakan itu," kata Trump, sebagaimana dilansir RT. "Semoga kita akan membuat kesepakatan. Jika kita tidak membuat kesepakatan, maka kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak."
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, yang mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada hari Jumat, mengatakan bahwa kemajuan sedang dibuat menuju negosiasi dengan AS.
(Rahman Asmardika)