"Daftar karyawan ini tidak dibagikan kepada pihak eksternal dan hanya digunakan untuk keperluan internal," demikian klaim kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu.
Pada Jumat (30/1/2026), MSF mengatakan tidak akan membagikan daftar staf Palestina dan internasionalnya kepada Israel karena penolakan Tel Aviv untuk "menjamin keselamatan staf kami atau pengelolaan independen operasi kami."
MSF adalah salah satu organisasi kemanusiaan terbesar yang beroperasi di Gaza, dan penghentian aktivitasnya diperkirakan akan menyebabkan kerusakan parah pada layanan medis yang sudah langka di wilayah tersebut.
Perang Israel selama dua tahun di Gaza telah menewaskan hampir 71.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.400 orang. Serangan tersebut menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza, dengan perkiraan PBB menempatkan biaya rekonstruksi sekitar USD 70 miliar.
(Rahman Asmardika)