JAKARTA – Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa (3/1/2026). Kedatangan tersebut bertujuan membuka ruang dialog sekaligus mengklarifikasi maksud di balik pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang belakangan menuai polemik.
Pandji menyebut kehadirannya sebagai upaya silaturahmi dan tabayyun agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap karyanya.
"Saya di sini, seperti yang tadi Haris katakan, berniat untuk bersilaturahmi dan bertabayyun, mencoba menjelaskan maksud di balik pertunjukan saya," ujar Pandji kepada wartawan.
"Alhamdulillah dialognya terjadi. Pembicaraannya berjalan sangat menyenangkan, bahkan penuh dengan tawa," kata dia.
Pandji menegaskan, dialog menjadi hal penting bagi seorang seniman karena setiap karya berpotensi melahirkan beragam penafsiran di masyarakat. Menurutnya, pencipta karya juga perlu diberi ruang untuk menjelaskan maksud dan konteks karyanya secara langsung.
"Buat saya sebagai seniman, dialog itu krusial. Ketika saya membuat karya, tentu akan ada banyak penafsiran. Tapi senimannya sendiri juga bisa ditanya untuk menjelaskan maksud dari karyanya," ujarnya.
Sebagai informasi, materi stand up comedy Mens Rea belakangan ramai diperbincangkan publik dan berujung pada pelaporan ke Polda Metro Jaya. Hingga saat ini, polisi telah menerima enam laporan terkait pertunjukan tersebut.
(Awaludin)