JAKARTA – Rusia melancarkan serangan drone dan rudal terbesar tahun ini ke Ukraina semalam, menyebabkan ratusan ribu orang tanpa pemanas di tengah suhu beku pada Selasa (3/2/2026). Serangan ini dilancarkan hanya satu hari sebelum pembicaraan baru yang bertujuan mengakhiri perang empat tahun tersebut.
Serangan itu terjadi saat Ukraina mengalami suhu terdingin sepanjang serangan Rusia dan merusak monumen ikonik era Soviet Perang Dunia II.
Serangan juga berlangsung sehari sebelum para negosiator Ukraina dan Rusia dijadwalkan bertemu untuk putaran kedua pembicaraan di Abu Dhabi.
"Memanfaatkan hari-hari terdingin di musim dingin untuk meneror orang lebih penting bagi Rusia daripada beralih ke diplomasi," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di media sosial, mengecam serangan tersebut, sebagaimana dilansir AFP.
Ledakan dilaporkan terdengar di seluruh ibu kota semalam, membangunkan penduduk di lebih dari 1.000 bangunan, yang mendapati pemanas mereka mati karena suhu turun mendekati minus 20°C.