Menteri Utama Balochistan, Sarfraz Bugti, mengatakan dalam konferensi pers di Quetta pada Minggu (1/2/2026) bahwa semua distrik yang diserang telah dibersihkan.
"Kami mengejar mereka, kami tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja," katanya.
Tentara Pembebasan Baloch (BLA), kelompok separatis bersenjata paling aktif di provinsi itu, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP.
Kelompok tersebut, yang telah ditetapkan oleh Amerika Serikat sebagai organisasi teroris, mengatakan telah menargetkan instalasi militer serta polisi dan pejabat administrasi sipil dalam serangan senjata dan bom bunuh diri.
BLA telah meningkatkan serangan terhadap warga Pakistan dari provinsi lain yang bekerja di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, serta perusahaan energi asing.
Tahun lalu, para teroris menyerang kereta api dengan 450 penumpang di dalamnya, memicu pengepungan mematikan selama dua hari.
Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (3/2/2026) menyebut serangan baru-baru ini sebagai "keji dan pengecut."
(Rahman Asmardika)