“Bahkan jika kita sampai pada pembentukan zona ekonomi bebas, kita membutuhkan aturan yang adil dan dapat diandalkan,” kata Zelensky.
Kedua pihak juga gagal mencapai “pemahaman bersama” mengenai kendali atas pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia.
Pasukan Rusia merebut pembangkit listrik terbesar di Eropa itu pada awal konflik dan masih menguasainya hingga kini. Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan mentolerir kesepakatan antara Rusia dan AS yang dibuat tanpa melibatkan Kyiv.
Sepanjang proses negosiasi, Rusia tetap melancarkan serangan mematikan ke Ukraina, memutus pasokan pemanas dan listrik bagi jutaan orang di tengah suhu beku.
Serangan Rusia pada Sabtu pagi memaksa tiga pembangkit listrik tenaga nuklir Ukraina yang beroperasi mengurangi kapasitas, “menciptakan risiko langsung insiden nuklir,” kata Menteri Luar Negeri Andriy Sybiga.