JAKARTA — Setidaknya sembilan orang tewas dan enam lainnya berhasil diselamatkan dari reruntuhan gedung apartemen bertingkat yang runtuh pada Minggu (8/2/2026) di kota Tripoli, Lebanon utara, menurut laporan media pemerintah.
Tim penyelamat terus menggali reruntuhan untuk mencari delapan orang lainnya yang diyakini hilang, menurut laporan Kantor Berita Nasional yang dikelola pemerintah. Jenazah yang ditemukan termasuk seorang anak dan seorang perempuan.
Puluhan orang berkerumun di sekitar lokasi reruntuhan gedung, beberapa di antaranya melepaskan tembakan ke udara.
Diwartakan Associated Press, dedung tersebut berada di lingkungan Bab Tabbaneh, salah satu daerah termiskin di kota terbesar kedua di Lebanon, di mana penduduk telah lama mengeluhkan kelalaian pemerintah dan buruknya infrastruktur. Runtuhnya bangunan bukanlah hal yang jarang terjadi di Tripoli karena standar konstruksi yang rendah.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa korban luka akibat runtuhnya bangunan akan menerima perawatan dengan biaya negara.
Serikat Nasional Pemilik Properti dalam sebuah pernyataan menyebut runtuhnya bangunan itu sebagai akibat dari "kelalaian dan kekurangan yang terang-terangan dari negara Lebanon terhadap keselamatan warga dan keamanan tempat tinggal mereka." Mereka menegaskan bahwa kejadian ini "bukan insiden terisolasi."
Serikat pekerja tersebut menyerukan pemerintah untuk meluncurkan survei nasional komprehensif terhadap bangunan-bangunan yang berisiko runtuh.
Para pejabat pemerintah berjanji akan membantu menyediakan tempat berlindung bagi para korban selamat serta penduduk bangunan di sekitarnya yang dievakuasi karena kekhawatiran bahwa bangunan-bangunan tersebut juga tidak aman secara struktural.
Perdana Menteri Nawaf Salam mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah juga akan berupaya memperkuat bangunan-bangunan yang dianggap berisiko runtuh.
(Rahman Asmardika)