ACEH - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS membangun 12 sumur bor di wilayah terdampak bencana di Aceh. Pembangunan itu dilakukan guna membantu pasokan air bersih bagi warga menjelang Ramadan.
Ketua STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Eko Rudi Sudarto, menjelaskan program pengabdian masyarakat ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter calon perwira Polri.
“Pengabdian masyarakat tahun ini, Mahasiswa S1 STIK Angkatan 83/WPS diberangkatkan ke Aceh untuk dua tujuan penting. Pertama, menjalankan misi kemanusiaan di wilayah bencana. Kedua, sebagai ruang pembentukan watak dan kepekaan sosial bagi para calon pemimpin Polri,” kata Eko, Kamis (12/2/2026).
“Program ini sekaligus menegaskan pendekatan humanis yang terus digaungkan dalam transformasi Polri. Para mahasiswa STIK yang kelak akan menduduki posisi strategis di kepolisian diharapkan memiliki empati sosial yang kuat dan memahami secara langsung persoalan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Total ada 12 titik sumur bor yang dibangun sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana. Sumur yang dibangun tidak hanya berfungsi dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
Pembangunan 12 sumur bor itu menjadi simbol kehadiran negara melalui tangan-tangan calon pemimpin kepolisian. Di tanah yang pernah diguncang bencana, air kembali mengalir membawa harapan, kebersihan, dan keberkahan.
(Arief Setyadi )