BNP meminta masyarakat untuk menahan diri dari perayaan besar dan sebagai gantinya melakukan salat khusus pada hari Jumat.
"Meskipun menang ... dengan selisih suara yang besar, tidak akan ada pawai atau demonstrasi perayaan yang diselenggarakan," kata partai tersebut dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam manifestonya, BNP berjanji memprioritaskan penciptaan lapangan kerja, melindungi rumah tangga berpenghasilan rendah dan marginal, serta memastikan harga yang adil bagi petani.
Jamaat-e-Islami mengakui kekalahan pada Kamis (12/2/2026) malam setelah tren menjadi jelas. Namun, dalam sebuah pernyataan pada Jumat mereka mengatakan "tidak puas" dengan proses tersebut dan meminta para pengikutnya untuk tetap bersabar.
Partai tersebut memenangkan jumlah kursi tertinggi sepanjang sejarahnya di Parlemen, yaitu 70 kursi, setelah mengikuti pemilihan untuk pertama kalinya sejak dilarang pada 2013 setelah pendaftarannya dibatalkan. Larangan tersebut dicabut setelah penggulingan Hasina.