Keberangkatan Gerald R. Ford yang akan segera terjadi merupakan bagian dari peningkatan peralatan militer yang sedang berlangsung di kawasan itu, dengan kapal induk Abraham Lincoln, beberapa kapal perusak rudal, jet tempur, dan pesawat pengintai yang dikirim dalam beberapa minggu terakhir.
Komentar Trump muncul beberapa hari setelah ia bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington, di mana Netanyahu mengatakan bahwa "kesepakatan yang baik" diharapkan sambil menyatakan keberatan jika kesepakatan apa pun tidak juga mengekang program rudal balistik Iran. Teheran secara terbuka menolak tekanan AS untuk membahas rudal-rudal tersebut.
Netanyahu telah berulang kali menyerukan aksi militer lebih lanjut sejak perang 12 hari Israel melawan Iran pada bulan Juni, yang sempat diikuti AS dengan menyerang tiga situs nuklir Iran dalam operasi militer yang dijuluki "Midnight Hammer".
Saat itu, Trump mengatakan bahwa serangan AS telah "menghancurkan sepenuhnya" fasilitas nuklir tersebut.
Pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran ini adalah yang pertama kali diadakan sejak konflik Juni lalu, yang menghentikan putaran negosiasi sebelumnya antara Teheran dan Washington mengenai kemungkinan penggantian Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang ditinggalkan Trump selama masa jabatan pertamanya.