Peristiwa 15 Februari: Deklarasi Pemerintahan Revolusioner RI hingga Pertempuran Singapura

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Minggu 15 Februari 2026 05:00 WIB
Peristiwa 15 Februari: Deklarasi Pemerintahan Revolusioner RI hingga Pertempuran Singapura
Share :

JAKARTA - Berbagai peristiwa telah terjadi pada 15 Februari. Diantaranya pertempuran Singapura yang menyebabkan jatuhnya Singapura ke tangan Jepang pada Februari 1942. Selain itu, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) juga dideklarasikan pada 15 Februari.

Okezone merangkum berbagai peristiwa yang terjadi pada 15 Februari, dilansir beragam sumber, Sabtu (14/2/202026).

1.Pertempuran Singapura - 1942

Pertempuran Singapura terjadi pada teater Asia tenggara perang Dunia II, yang mengakibatkan jatuhnya Singapura ke tangan Jepang. Pertempuran ini berlangsung dari 7 hingga 15 Februari 1942.

Dalam pertempuran ini, sekira 80 ribu tentara India, Australia, dan Britania Jaya menjadi tahanan perang, bergabung dengan 50 ribu yang ditawan dalam Pertempuran Malaysia. Pertempuran ini berhasil dimenangkan oleh Jepang setelah pasukan sekutu yang dipimpin Letnan Jenderal Arthur Percival dari Inggris menyerah.

2. Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia - 1958

15 Februari 1958 menjadi hari pendeklarasian Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). PRRI merupakan salah satu gerakan pertentangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat (Jakarta). Pendeklarasian ini ditandai dengan keluarnya ultimatum dari dewan perjuangan yang dipimpin oleh Kolonel Ahmad Husein di Padang, Sumatera Barat.

Sebab berdirinya PRRI adalah tuntutan otonomi luas dan kekecewaan terhadap pemerintah pusat karena dianggap telah melanggar undang-undang. Selain itu, kekecewaan terhadap pemerintah yang cenderung sentralis, sehingga pembangunan di daerah menjadi terabaikan.

 

3. Meninggalnya Syafruddin Prawiranegara - 1989

15 Februari 1989, menginjak usia 77 tahun, Syafrudin Prawiranegara menghembuskan nafas terakhirnya. Syafrudin Prawiranegara merupakan seorang pejuang kemerdekaan, yang pernah menjabat sebagi Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Selain itu, ia pernah menyandang jabatan sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan, dan Menteri Kemakmuran.

Dia juga tercatat pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia dan menjabat sebagai Perdana Meneteri bagi kabinet tandiangan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera Tengah pada 1958.

Di masa tuanya, Syafrudin menyibukan diri dengan berdakwah. Dalam aktivitas keagamaanya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Korp Mubalig Indonesia (KMI). Ia juga sempat menyusun buku Sejarah Moneter dengan bantuan Oei Beng To, direktur utama Lembaga Keuangan Indonesia.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya