Kisah Perburuan Kahar Muzakkar, Pemberontak yang Disebut-sebut Kebal dan Bisa Hilang

Arief Setyadi , Jurnalis
Kamis 19 Februari 2026 03:30 WIB
Kisah Kahar Muzzakar (Foto: Ist)
Share :

Pada 7 Agustus 1953, ia memproklamasikan Sulawesi Selatan sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia (NII) dan diangkat sebagai Panglima Divisi IV TII. 

Sekitar sebulan sebelum operasi penangkapan, pada Januari 1965, Letkol TII Kadir Junus yang merupakan orang kepercayaan Kahar menyerahkan diri kepada TNI. Dari sanalah lokasi persembunyian Kahar di sekitar Sungai Lasolo mulai terungkap. 

Namun menurut M Jusuf, kepastian posisi La Domeng baru diperoleh pada 22 Januari 1965. “Suatu tim RPKAD menyergap sekelompok orang di sekitar Lawate. Di antara dokumen-dokumen yang disita terdapat surat-surat yang masih baru, yang ditulis oleh Kahar Muzakkar ditujukan kepada Mansjur,” tutur Atmaji Sumarkidjo dalam ‘Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit’.

Informasi tersebut diteruskan kepada Yogie S Memet dan segera disampaikan ke pasukan di lapangan. Pada 2 Februari 1965, saat melakukan penyisiran hutan, pasukan Kujang I melihat seorang pria bersenjata menyeberangi Sungai Lasolo yang sedang meluap menggunakan rakit.

Peltu Umar selaku Komandan Peleton I/Kompi D memerintahkan anggotanya untuk tetap diam dan mengamati. Rakit itu menuju sebuah perkemahan yang terdiri dari sejumlah bivak di tepi sungai.

Dari pengamatan, terlihat sejumlah orang tengah mandi. Samar-samar terdengar alunan lagu dari radio transistor. “Lagu yang keluar adalah Kenang-kenangan. Menurut penunjuk jalan, ini lagu kesayangan Kahar,” tulis Atmaji.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya