Selain menghadirkan efek psikologis, Gus Fahrur menilai langkah tersebut juga mencerminkan transparansi dan akuntabilitas. Publik merasa dilibatkan karena dapat melihat hasil konkret dari proses penindakan hukum, sehingga kepercayaan terhadap Korps Adhyaksa meningkat.
Menjawab anggapan bahwa aksi tersebut bisa dianggap blunder, ia justru menilai langkah itu sebagai strategi komunikasi publik yang efektif untuk mendukung agenda pemberantasan korupsi.
"Saya kira ini sangat bagus, agar menjadi bentuk edukasi visual yang efektif. Masyarakat menjadi tahu besarnya dampak korupsi yang nilainya triliunan rupiah dan memiskinkan negara," ujarnya.
Ia menambahkan, visualisasi tersebut juga berpotensi mendorong partisipasi publik dalam pengawasan serta keberanian melaporkan dugaan tindak pidana korupsi.