Mereka menganalisis rekaman dari ponsel salah satu paramedis yang tewas dan mengidentifikasi setidaknya 910 tembakan selama serangan itu, dengan 844 peluru ditembakkan dalam lima setengah menit.
“Selama waktu ini, setidaknya lima penembak melepaskan tembakan secara bersamaan, dan kesaksian saksi menunjukkan bahwa sebanyak tiga puluh tentara hadir di daerah tersebut,” menurut laporan itu, sebagaimana dilansir RT.
Laporan tersebut menyebutkan pasukan Israel kemudian menghancurkan kendaraan-kendaraan dengan alat berat dan mencoba menguburnya bersama mayat-mayat. Para korban, semuanya mengenakan seragam pengenal atau rompi sukarelawan, ditemukan di kuburan massal di dekat lokasi, kata para peneliti.
Salah satu dari dua korban selamat diculik oleh pasukan Israel dan ditahan tanpa dakwaan selama 37 hari di fasilitas penahanan Sde Teiman, Israel, sebelum dibebaskan dalam kondisi kesehatan buruk. Ia bersaksi bahwa tentara menyita dan mengubur teleponnya. Korban lainnya digunakan sebagai “alat manusia” di pos pemeriksaan militer Israel dekat lokasi kejadian, tambah laporan itu.