Rekrut Militan Uyghur, ISIS Ancam Hubungan China–Pakistan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 26 Februari 2026 13:05 WIB
Pakistan didesak meningkatkan keamanan bagi para pekerja China di negara itu.
Share :

Tentara Pembebasan Baloch, sebuah organisasi etnis-separatis (bukan Islamis), telah melakukan serangan terhadap target-target China di Pakistan selama beberapa tahun. Mereka berpendapat bahwa CPEC adalah instrumen eksploitasi China dan melanggar kedaulatan Pakistan. Namun, sejak 2024 ketika ISIS-K mulai menunjukkan kehadirannya di Pakistan dan beroperasi melalui kelompok lokal, fenomena ini melampaui kemampuan Islamabad untuk mengelolanya.

Sejak 2025, ISIS-K berkembang di Pakistan baik secara geografis maupun operasional, dengan serangan, perekrutan, dan jaringan yang meluas dari daerah perbatasan hingga pusat kota dan infrastruktur penting. Sepanjang 2025, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas berbagai serangan di Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan, wilayah yang dilalui CPEC. Sel-sel ISIS-K sebagai pusat perekrutan dan logistik berulang kali ditemukan di Peshawar dan Quetta.

ISIS-K menargetkan China dan warganya dengan alasan penindasan terhadap Uyghur serta penetrasi ekonomi China di kawasan tersebut. Di Asia Selatan dan Tengah, ISIS-K merencanakan dan menginspirasi serangan terhadap kepentingan China melalui kelompok jihadis dan bersenjata lokal yang memberi perlindungan, pendanaan, serta membantu perekrutan. Mantan anggota Tehrik-e-Taliban Pakistan juga bergabung dengan ISIS-K.

Akibatnya, serangan terhadap target China di Afghanistan pun terjadi. Pada Desember 2022, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah hotel di Kabul yang sering dikunjungi warga China, menewaskan tiga orang dan melukai 21 lainnya. Januari lalu, ISIS mengklaim ledakan di sebuah restoran China di Kabul yang menewaskan tujuh orang (satu warga China dan enam warga Afghanistan), serta melukai lima warga China. Pada Januari 2025, seorang pengusaha China tewas dalam serangan di provinsi Takhar, Afghanistan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya