Kelompok seperti Tentara Pembebasan Baloch telah menargetkan kepentingan China di Pakistan sejak 2017. Namun, sejak masuknya ISIS-K, penargetan warga China menjadi bagian dari narasi jihad transnasional. Pemerintah Pakistan tampaknya tidak mampu sepenuhnya membongkar jaringan jihad ini. Di antara serangan yang direkayasa atau diilhami ISIS-K adalah pemboman kendaraan di Shangla pada Maret 2024 yang menewaskan lima insinyur China, serta serangan bersenjata terhadap kendaraan pekerja China di dekat bandara Karachi pada tahun yang sama.
China tidak tinggal diam atas kegagalan Pakistan melindungi warganya. Sejak serangan bandara Karachi pada Oktober 2024 yang menewaskan dua insinyur China, Beijing mendorong Islamabad mengizinkan staf keamanan China sendiri melindungi ribuan warganya di Pakistan.
Beijing meminta Islamabad memulai negosiasi formal untuk sistem manajemen keamanan bersama. Namun, Islamabad belum menyetujui proposal China dengan alasan melanggar kedaulatan. Setelah pertemuan dengan Menteri Keamanan Publik China Wang Xiaohong pada 7 Januari 2026, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengumumkan pembentukan unit perlindungan khusus di Islamabad bagi warga China.