Sorotan Internasional
Melaporkan dari Teheran untuk Al Jazeera, jurnalis Mohammed Vall mengatakan bahwa serangan terhadap sekolah mempertanyakan klaim AS dan Israel yang selama ini menyatakan hanya menargetkan fasilitas militer.
“Presiden Trump telah berjanji kepada rakyat Iran bahwa bantuan akan segera datang, tetapi sekarang kita melihat korban sipil. Itu adalah sesuatu yang akan ditekankan oleh pemerintah Iran sebagai pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap rakyat Iran,” ujar Vall.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim Iran mengenai serangan terhadap fasilitas pendidikan tersebut.
Sebagai catatan, pada Juni 2025, eskalasi militer antara Iran dan Israel memicu konflik selama 12 hari yang menimbulkan korban sipil besar serta kerusakan infrastruktur publik, menurut data Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran.
Situasi terkini berpotensi memperluas ketegangan regional di Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik bersenjata di kawasan tersebut.
(Awaludin)