JAKARTA - Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan lokasi sipil dan mengakibatkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
“Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau,” tulis pernyataan dalam Siaran Pers Nomor 2 Kedubes Republik Islam Iran di Jakarta, dikutip Senin (2/3/2026).
“Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan,” lanjut pernyataan tersebut.
Kedubes Iran kemudian memaparkan daftar panjang rekam jejak agresi dan intervensi AS terhadap Iran selama tujuh dekade terakhir untuk menunjukkan pola yang dinilai konsisten.
Berikut rekam jejak agresi AS terhadap Iran dalam tujuh dekade:
- Intervensi, agresi, dan permusuhan Amerika terhadap Iran dimulai dari kudeta 19 Agustus 1953 (28 Mordad 1332) yang menggulingkan pemerintahan Dr. Mohammad Mossadegh, Perdana Menteri Iran saat itu.
- Pemberlakuan sanksi politik dan ekonomi pada hari-hari awal kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1979 dengan tujuan menggagalkan revolusi yang menang atas kehendak rakyat Iran tanpa penggunaan senjata apa pun.
- Dukungan menyeluruh terhadap rezim Saddam Hussein dalam perang yang dipaksakan selama delapan tahun Irak melawan Iran (September 1960-Agustus 1988); dalam perang tersebut lebih dari 155.000 orang gugur dalam pertempuran langsung dan lebih dari 16.000 orang gugur akibat serangan rudal dan udara terhadap kota-kota.
- Penembakan pesawat penumpang Airbus di atas Teluk Persia pada Juli 1988 oleh kapal perang USS Vincennes milik Amerika Serikat yang mengakibatkan gugurnya seluruh 291 penumpang, termasuk 66 anak-anak.
- Dukungan terhadap organisasi-organisasi teroris, termasuk Organisasi Mujahidin Khalq (MKO), dalam pembunuhan luas terhadap warga sipil, pejabat politik dan militer, serta ilmuwan nuklir Iran sejak awal dekade 1980-an hingga kini; Iran dengan 17.000 korban teror merupakan korban terorisme terbesar.
- Penciptaan terorisme dan ekstremisme dengan tujuan mengoperasionalkan proyek Islamofobia dan iranofobia di kawasan dan dunia selama dua dekade terakhir.
- Peningkatan sanksi ekonomi terhadap Republik Islam Iran dengan dalih yang tidak berdasar sejak 2010 yang menimbulkan kesulitan ekonomi bagi rakyat Iran.
- Pembunuhan salah satu komandan senior militer Iran atas perintah langsung Presiden Donald Trump pada Januari 2020 di Baghdad.
- Dukungan terhadap serangan rezim Zionis terhadap Konsulat Republik Islam Iran di Damaskus pada April 2024.
- Dukungan terbuka terhadap serangan rezim Zionis ke pusat-pusat militer dan pertahanan Iran pada 26 Oktober 2024.
- Dukungan terhadap serangan rezim Zionis ke Iran pada 13 Juni 2025 serta pembunuhan para komandan militer senior.
- Serangan langsung AS terhadap fasilitas nuklir damai Republik Islam Iran pada 22 Juni 2025.
- Membajak protes damai sipil menjadi kerusuhan penuh kekerasan pada Januari 2026 yang menyebabkan 2.427 orang gugur (termasuk penjaga keamanan dan warga sipil) dari total 3.117 korban jiwa.
- Agresi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Serangan tersebut menyasar lokasi sipil dan mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Sementara itu, Kedubes Iran juga menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten dari Pemerintah dan rakyat Indonesia. Mereka secara khusus menyambut baik kesiapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian.
(Arief Setyadi )