JAKARTA – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah sejauh ini telah menyebabkan setidaknya 560 korban tewas dan terluka. Klaim ini bertentangan dengan pernyataan resmi dari militer AS, yang menyatakan bahwa jumlah korban kurang dari 10 orang.
Sebelumnya, IRGC mengatakan bahwa 200 personel militer AS tewas dalam tahap-tahap awal serangan ke berbagai pangkalan AS di Timur Tengah. Tidak dijelaskan apakah angka 560 korban yang diklaim IRGC seluruhnya berasal dari militer AS.
“Akibat serangan rudal terhadap pangkalan-pangkalan Amerika, setidaknya 200 personel militer AS tewas dan terluka,” lapor kantor berita Tasnim pada Sabtu (28/2/2026), mengutip pernyataan dari IRGC.
Pernyataan terbaru dari IRGC menyebut bahwa serangan drone dan rudal Iran telah sepenuhnya melumpuhkan sebuah pangkalan AS di Kuwait dan merusak pangkalan lainnya. Serangan drone telah menyebabkan "kerusakan parah" pada pangkalan angkatan laut AS di Pelabuhan Mina Salman, Bahrain.
Sementara itu, pada Minggu (1/3/2026), militer AS mengumumkan angka yang jauh lebih kecil, mengatakan bahwa tiga anggota militer Amerika tewas dan lima lainnya luka parah selama serangan Iran terhadap AS.