JAKARTA – Pasukan Afghanistan telah menderita hampir 1.000 korban jiwa dalam perang terbaru dengan Pakistan, demikian klaim para pejabat di Islamabad.
Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan setidaknya 415 pejuang Taliban dan militan sekutu telah tewas dan lebih dari 580 terluka dalam serangan udara dan bentrokan sejak Kamis (26/2/2026). Ia membagikan angka-angka tersebut dalam sebuah unggahan di X pada Sabtu (28/2/2026).
Menteri tersebut juga mengklaim 182 pos pemeriksaan Afghanistan telah dihancurkan, bersama dengan 185 tank, kendaraan lapis baja, dan artileri, dengan serangan udara menargetkan 46 lokasi di seluruh negeri.
Kabul belum mengomentari angka-angka yang dikutip oleh Tarar. Juru bicara pemerintah Afghanistan Hamdullah Fitrat mengklaim pada Sabtu bahwa tiga hari bentrokan perbatasan telah menyebabkan 78 orang tewas, termasuk 12 tentara Pakistan dan satu warga sipil, serta 13 tentara Afghanistan ditambah 52 warga sipil Afghanistan, sebagian besar wanita dan anak-anak. Korban jiwa dilaporkan di provinsi Paktika, Khost, Kunar, Nangarhar, dan Kandahar, katanya dalam pernyataan terpisah di X, sebagaimana dilansir RT.
Angka-angka dari kedua pihak tidak dapat diverifikasi secara independen.