Reaksi Dunia Internasional
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunggah foto kuburan di X, menulis:
"Ini adalah kuburan lebih dari 160 gadis tak berdosa. Tubuh mereka hancur berkeping-keping. Dari Gaza hingga Minab, orang-orang tak berdosa dibunuh dengan kejam."
Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyerukan penyelidikan, menyebut gambar-gambar ini sebagai bukti
“kehancuran, keputusasaan, dan kekejaman konflik.” UNESCO menyatakan keprihatinan, menekankan serangan terhadap sekolah merusak hak atas pendidikan.
Rusia, China, Belarus, dan Turki juga mengecam keras serangan tersebut. Malala Yousafzai, peraih Nobel Perdamaian, menulis bahwa gadis-gadis itu “pergi ke sekolah dengan harapan dan impian, namun hidup mereka diputus secara brutal.”
Sejumlah pejabat AS, termasuk Marjorie Taylor Greene dan Gubernur California Gavin Newsom, menuntut penjelasan atas kematian anak-anak tersebut. Uni Eropa menyerukan semua pihak menahan diri dan melindungi warga sipil.
AS dan Israel: Menghindari Tanggung Jawab
AS dan Israel mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan. Juru bicara Pentagon mengaku “menyadari laporan korban sipil” dan sedang menyelidiki, sementara juru bicara militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya serangan dan menegaskan operasi mereka “sangat akurat.”
(Awaludin)