BMKG Ungkap Potensi Cuaca pada 2026 Lebih Kering, Ingatkan Waspada Karhutla

Binti Mufarida, Jurnalis
Sabtu 07 Maret 2026 06:09 WIB
BMKG Ungkap Potensi Cuaca pada 2026 Lebih Kering, Ingatkan Waspada Karhutla (Ist)
Share :

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kondisi cuaca yang lebih kering pada 2026 sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menghadiri Apel Nasional Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin.

Apel nasional sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengantisipasi serta menanggulangi potensi Karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti Provinsi Riau. 

Kegiatan tersebut juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Indonesia.

Dalam paparannya, Faisal menjelaskan, pada 2025 kondisi cuaca di Indonesia dipengaruhi fenomena La Nina lemah pada awal dan akhir tahun sehingga kondisi relatif lebih basah. Namun pada 2026, mulai April, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole diprediksi berada pada fase netral, tidak terjadi La Nina maupun El Nino. 

Kondisi netral tersebut mengindikasikan curah hujan yang cenderung lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan sedikit di bawah rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir.

“Artinya, kita harus bersiap karena tantangan Karhutla tahun ini akan lebih berat akibat kondisi yang lebih kering,” ujar Faisal dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, wilayah ekuator seperti Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat saat ini mengalami fase “kemarau kecil”. Masih terdapat peluang hujan sebelum memasuki puncak musim kemarau pada Juni hingga Agustus. 

Momentum ini dimanfaatkan untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna menurunkan hujan dan membasahi lahan gambut agar lebih jenuh air sebelum periode kering mencapai puncaknya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya