Adidaya Institute Nilai Posisi RI di BoP Komitmen Kemerdekaan Palestina, Peluang Perjuangkan Perdamaian

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Minggu 08 Maret 2026 14:34 WIB
Adidaya Institute Nilai Posisi RI di BoP Komitmen Kemerdekaan Palestina, Peluang Perjuangkan Perdamaian (Ist)
Share :

JAKARTA – Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran dinilai menandai perubahan penting dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Konflik tersebut tidak lagi sekadar episode keamanan regional, tetapi berpotensi menjadi katalis bagi pergeseran konfigurasi kekuatan global yang lebih luas.

Adidaya Institute menilai hal ini mulai dari stabilitas energi, jalur perdagangan internasional, hingga keseimbangan kekuatan dalam sistem multipolar yang sedang terbentuk.

“Bagi Indonesia, dinamika ini memiliki implikasi strategis yang jauh melampaui kawasan Timur Tengah,” ucap Ekonom Adidaya Institute Bramastyo B Prastowo kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).

Merujuk hasil survei Adidaya terhadap  72 orang pakar nasional, isu Palestina Merdeka memang memiliki bobot strategis yang tertinggi, sekitar 23 persen. Isu Palestina merdeka ini memang menjadi sumber legitimasi moral dan politik bagi pemerintahan Prabowo Gibran untuk menentukan posisi dalam eskalasi dunia internasional. 

“Temuan ini memiliki implikasi geopolitik yang penting. Palestina bukan hanya isu solidaritas kemanusiaan, melainkan sumber legitimasi normatif yang menentukan kredibilitas posisi Indonesia dalam sistem internasional,” ujarnya. 

Survei ini digelar pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Sebanyak 23,30 persen ahli berpendapat program dukungan Palestina Merdeka sebagai program jangkar (Anchor). Kemudian 43 persen Ahli menilai program Kampung Nelayan, KDKMP, dan 3 Juta Rumah sebagai mesin (engine) pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya program-program lain seperti Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, Lumbung Pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk dalam kerangka program stabilisator sosial alias stabilizer.  

Adidaya Institute menilai Indonesia memiliki peluang unik untuk memainkan peran sebagai swing state diplomasi global. Sebagai negara dengan sejarah anti-kolonial, tradisi politik luar negeri yang bebas aktif serta hubungan yang relatif seimbang dengan berbagai blok kekuatan global, Indonesia memiliki ruang untuk menjadi aktor penyeimbang dalam arsitektur perdamaian internasional.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya