JAKARTA - Rekaman video menunjukkan rudal jelajah Amerika Serikat (AS)N menghantam kompleks tempat sekitar 175 siswa dan staf Iran tewas di sebuah sekolah putri lebih dari seminggu lalu.
Sebuah video baru yang dirilis media pemerintah Iran menunjukkan, apa yang tampak seperti rudal jelajah AS menghantam kompleks tempat sekitar 175 siswa dan staf Iran tewas di sebuah sekolah putri.
Video berdurasi tujuh detik itu diposting kantor berita pemerintah Iran, Mehr News. Video tersebut menunjukkan rudal menghantam sebuah bangunan di dalam kompleks yang dikelilingi tembok. Bangunan itu kemungkinan sebuah klinik kesehatan yang juga berada di dalam perimeter yang dulunya merupakan pangkalan angkatan laut Garda Revolusi Iran.
Serangan itu tampaknya terjadi tak lama setelah sekolah putri tersebut dihantam. Dalam video baru tersebut, asap sudah terlihat mengepul dari bagian kompleks tempat sekolah itu berada.
Laporan media pemerintah menyebutkan jumlah korban tewas akibat pengeboman tersebut antara 165 dan 180 orang, banyak di antaranya siswa.
Meskipun kualitas video tersebut menyulitkan identifikasi amunisi secara tepat, rudal tersebut tampaknya konsisten dengan rudal jelajah Tomahawk, menurut Jeffrey Lewis, seorang profesor keamanan global di Middlebury College, melansir NPR, Senin (9/3/2026).
Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang terlibat dalam konflik tersebut yang diketahui memiliki rudal Tomahawk. Para pejabat AS mengatakan militer sedang beroperasi di selatan negara itu pada saat serangan terjadi.
"Penembak pertama di laut adalah Tomahawk yang diluncurkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat," kata Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, pada hari Senin setelah serangan tersebut.