Ia juga meminta izin untuk menyelesaikan penulisan koreksi tersebut di kampung halamannya di Balige dan Pematang Siantar.
Menurutnya, suasana di kampung halaman lebih kondusif untuk menulis dibandingkan Jakarta yang dinilai terlalu padat dan sibuk.
“Saya minta izin untuk menuntaskannya di kampung saya di Balige. Di Jakarta terlalu hiruk-pikuk, macet, dan saya tidak punya banyak waktu. Saya lebih nyaman menulis di Balige dan Pematang Siantar yang lebih dingin dan tidak macet. Nanti akan saya publikasikan,” tuturnya.
(Awaludin)