JAKARTA – Sistem pertahanan udara HQ-9B China menjadi sorotan setelah dinilai gagal dalam sejumlah konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Selama bertahun-tahun, rudal HQ-9B disebut sebagai salah satu sistem pertahanan udara terbaik, tetapi kegagalannya dalam konflik di Pakistan, Venezuela, dan baru-baru ini Iran membuat penilaian tersebut mulai diragukan.
Di Teheran, Amerika Serikat (AS) dan Israel hanya membutuhkan waktu sehari untuk melancarkan serangan udara dan mengeliminasi kepemimpinan Iran. Sementara di Venezuela, pasukan AS dengan mudah memasuki wilayah tersebut dan menculik Presiden Nicolas Maduro tanpa jatuhnya korban jiwa.
Sebagai perbandingan, Presiden George H.W. Bush membutuhkan beberapa hari untuk menangkap Jenderal Manuel Noriega di Panama; dan hampir 10 tahun untuk melacak serta mengeliminasi Osama Bin Laden. Dalam hal ini, Operasi Absolute Resolve di Venezuela dan Epic Fury di Iran memperlihatkan standar baru operasi militer AS.
Di balik kedua operasi ini, sistem rudal HQ-9B dan radar JY-27A milik China, yang diyakini digunakan Venezuela dan Iran, dinilai memperlihatkan kinerja buruk. Sistem pertahanan udara itu tampak buta, tak memberikan peringatan apa pun kepada Teheran dan Caracas tentang serangan yang datang.