Dilansir The Hill, Kamis (19/3/2026), HQ-9B, juga dikenal sebagai Red Flag 9, adalah tiruan dari rudal Patriot AS dan S-300 Rusia. Secara teori, rudal ini memiliki sistem radar terintegrasi untuk melacak dan menyerang banyak target secara bersamaan. Namun dalam praktiknya, rudal ini menunjukkan hal sebaliknya.
Sejak Mei tahun lalu, kekhawatiran serius telah muncul tentang ketidakmampuan HQ-9B. Dalam Operasi Sindoor India melawan Pakistan, rudal-rudal China dikalahkan telak selama empat hari berturut-turut. Rudal-rudal tersebut tidak mampu mempertahankan, menghancurkan, atau melacak apa pun.
Radar JY-27 China adalah sistem yang mampu mengidentifikasi dan memindai target antara 280 hingga 390 kilometer jauhnya. Sistem ini khusus untuk deteksi dini jet tempur supersonik F-22 dan F-35 yang cepat. Namun dalam pertempuran nyata, ketika Maduro ditangkap di Venezuela, radar China dilaporkan gagal mendeteksi satu pun dari 150 pesawat yang menembus wilayah udara Venezuela.
Tak hanya China, Operasi Absolute Resolve juga menyoroti sistem buatan Rusia. Venezuela telah menginvestasikan lebih dari USD 2 miliar untuk rudal S-300. Meskipun memiliki kekuatan besar, rudal-rudal tersebut tidak berdaya menghadapi pesawat tempur, pembom, dan pesawat perang elektronik Amerika Serikat.