Selama Operasi Epic Fury di Iran, sistem pertahanan rudal HQ-9B China sekali lagi dikalahkan dengan serangan mematikan terhadap Ayatollah Khamenei dan sekitar 49 perwira militer berpangkat tinggi.
Analis AS menyebut ini sebagai bukti propaganda China yang efektif, tetapi tidak dengan teknologi militernya. Beberapa tahun lalu, negara-negara seperti Mesir, Azerbaijan, Pakistan, dan Iran menghabiskan miliaran dolar untuk mengadopsi sistem pertahanan udara China ini.
Peristiwa di Pakistan, Venezuela, dan Iran juga memberi harapan bagi Taiwan, dengan pukulan terhadap kredibilitas China. Perlombaan senjatanya tidak lagi sekuat dulu. Meskipun Beijing masih merupakan kekuatan nuklir, teknologi tempur dan radarnya kini dinilai tidak dapat diandalkan dan rentan jika dibandingkan dengan teknologi AS.
Di Amerika Latin, negara-negara seperti Peru, Argentina, dan Uruguay telah memilih teknologi militer AS. Argentina dan Peru memilih pesawat tempur supersonik F-16 daripada JF-17 milik China. Uruguay telah menggunakan kendaraan lapis baja Oshkosh 4x4 tanpa melibatkan teknologi China.
(Rahman Asmardika)