“Ini juga masih berada di bawah batas 6,4 derajat yang ditentukan dalam kriteria imkan rukyat di Indonesia,” jelasnya.
Kendati demikian, Ma’rufin menegaskan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Apabila terdapat laporan hilal terlihat, pihaknya akan mencermati argumen pemerintah sebelum menyampaikan ikhbar (pengumuman resmi).
“Apabila hilal tidak terlihat, kami akan mendorong penetapan melalui istikmal, sehingga 1 Syawal berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang dimulai sejak malam Sabtu,” pungkasnya.
(Awaludin)