Prabowo: Mau Ganti Saya, Tunggu 2029!

Binti Mufarida, Jurnalis
Sabtu 21 Maret 2026 22:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, komitmennya dalam menegakkan hukum dan melakukan pembenahan di berbagai sektor pemerintahan. Ia juga menekankan bahwa pergantian kepemimpinan harus dilakukan sesuai mekanisme konstitusi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berdiskusi dengan jurnalis dan pengamat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Sabtu (21/3/2026). Awalnya, ia menanggapi pertanyaan terkait teror penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.

“Saya ingin menegakkan hukum. Bagaimana kita bisa menegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini, apalagi jika itu dilakukan oleh aparat? Dan saya ingin sampaikan bahwa memang aparat kita masih banyak kekurangan,” ujar Prabowo.

Ia kemudian mengungkapkan berbagai persoalan di tubuh aparat negara, termasuk fenomena yang disebutnya sebagai “deep state”, serta adanya pejabat setingkat direktur jenderal yang berani melawan menteri.

“Kita menemukan deep state, ada dirjen-dirjen yang berani melawan menteri. Akhirnya kita copot. Ada yang merasa untouchable,” katanya.

Prabowo juga menyoroti adanya lembaga yang merasa tidak perlu diaudit. Ia menegaskan bahwa proses pembenahan yang dilakukan saat ini bukanlah pekerjaan ringan.

“Ada lembaga yang merasa tidak boleh diaudit. Ini pekerjaan tidak ringan. Tapi ini tugas saya, saya dilantik untuk itu, dan saya bersihkan,” tegasnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya